Senin, 12 September 2011

Perilaku Keorganisasian ( PK )



Tugas Manajer
  • ·         Antar Pribadi : semua manajer menjalankan tugas seremonial dan simbolis.
  • ·         Peran Informasi : menerima dan mengumpulkan informasi dari organisasi di luar atau di dalam kota.
  • ·         Peran Keputusan : bertanggung jawab terhadap keputusan bersama yang telah disepakati.

Keterampilan yang harus dimiliki oleh manajer
  • ·         Teknis : keahlian spesialisasi.
  • ·         Manusiawi : memahami, memotivasi, dan bekerja sama dengan orang lain.
  • ·         Konseptual : menganalisis situasi rumit.

Sejarah sifat manusian menurut plato
  • ·         Philosophic : alat mencapai ilmu pengetahuan.
  • ·         Spirited : aspek dan jiwa manusia untuk mencari kekuasaan dan ambisi.
  • ·         Appetite : keinginan makan, minum, atau uang.

Beberapa teori tentang keorganisasian
v  Teori Max Webber
o    Pemikir ilmu social
o    Teori birokrasi:
§  Spesialisasi kerja
§  Hierarki yang berkembang
§  System, prosedur, dan aturan
§  Hubungan kelompok
§  Promosi dan jabatan berdasar kecakapan
v  Henri Fayol
o    Terkenal dengan bukunya, Industrial Administrtion
o    Organisasi terdiri dari unit dan substansi;
§  Aspek teknik dan komersial
§  Keuangan
§  Keamanan
§  Perlindungan
§  Fungsi pengendalian
v  Frederick Taylor
o    Prinsip manajemen ilmiah
§  Perusahaan banyak dirugikan akibat tidak adanya efisiensi di semua bidang
§  Cara memperbaiki dengan manajemen yang sistematis, bukan mengganti dengan orang yang baru
§  Manajemen yang baik berdasarkan pada hukum, aturan, dan prinsip
Organisasi adalah system yang terdiri dari pola aktivitas kerja sama yang secara teratur dan berulang-ulang oleh sekelompok orang untuk mencapai tujuan.
Unsur-unsur organisasi antara lain adalah system, pola aktivitas, sekelompok orang, dan tujuan.

Kontribusi Disiplin Ilmu
  • *       Psikologi : pembelajaran, motivasi, kepribadian, kepemimpinan, stress kerja, keaktifan, presensi, kepuasan kerja, kepuasan pribadi
  • *       Sosiologi : kelompok, konflik, tim, komunikasi, kekuasaan, organisasi, birokrasi
  • *       Psikologi sosiologi : perubahan tingkah laku, perubahan sikap, komunikasi, proses kelompok, pengambilan keputusan kelompok
  • *       Antropologi : komparatif nilai, sikap, analisis lintas budaya, budaya organisasi dan lingkungan
  • *       Politik : konflik, politik intraorganisasi, kekuasaan

Tantangan dalam organisasi saat ini
  • ·         Globalisasi
  • ·         Aneka ragam tenaga kerja
  • ·         Peningkatan kualitas
  • ·         Kelangkaan tenaga kerja
  • ·         Peningkatan layanan
  • ·         Peningkatan keterampilan personal
  • ·         Memberdayakan orang
  • ·         Merangsang inovasi dan perubahan
  • ·         Menyeimbangkan konflik
  • ·         Peningkatan perilaku etis

Gambaran umum
o    Perilaku keorganisasian adalah kedewasaan
o    Indicator kedewasaan:
o    Spirit of live
o    Prespektif berdasar persepsi organisasi (visi, misi, dan budaya)
o    Langkah berada pada koridor manajerial
o    Motivasi lebih pada higher order needs
Indicator tambahan
  • §     Tanggung jawab
  • §     Lintas fungsi
  • §     Prestasi standar
  • §     Kepuasan pada stakeholder
  • §     Komunikasi pada kesamaan dan saling mengerti
  • §     Punya ketulusan, keikhlasan, dan kemampuan

Pertemuan 2
Dasar-Dasar Perilaku Individu

KARAKTERISTIK BIOGRAFI
        Adalah sifat pribadi tiap individu yg obyektif dan mudah diperoleh dari catatan pribadi individu. Faktor yang mempengaruhi adalah:

1.   Usia
Hubungan Usia Dengan Kinerja
·         Usia bertambah, kinerja menurun
·         Jumlah tenaga kerja usia lanjut meningkat
Pengaruh Usia Terhadap Turnover
·         Semakin tua  turnover kecil
·         Usia berasosiasi positif dengan kepuasan
·         Usia berbanding terbalik dengan absen (tapi lebih besar untuk ijin karena kesehatan)
2.   Jenis Kelamin
·         Perbedaan kinerja pria – wanita kecil
·         Kepuasan kerja dan turnover tidak dipengaruhi Jenis Kelamin
·         Wanita tingkat absen lebih tinggi karena mengurus rumah tangga
3.   Status Perkawinan
Tenaga Kerja yang sudah kawin cenderung;
o    kemungkinan turnover (keluar masuk karyawan) kecil
o    kepuasaan kerja meningkat
4.   Jumlah Tanggungan
Ada korelasi positif antara jumlah tanggungan dengan
§  tingkat absen, terutama wanita
§  kepuasan kerja
5.   Masa Kerja
·         tidak ada korelasi masa kerja dengan kinerja
·         ada hubungan negatif
ü  masa kerja dengan tingkat absen
ü  masa kerja dg turnover

KEMAMPUAN
        Adalah kapasitas seorang individu untuk mengerjakan berbagai tugas dalam suatu pekerjaan. Kemampuan dibagi menjadi;

1.   Kemampuan intelektual
yaitu kemampuan yg diperlukan utk mengerjakan kegiatan mental. Semakin tinggi posisi dalam hirarkhi organisasi, semakin membutuhkan kemampuan intelektual. Dimensi kemampuan intelektual;
a.   Kecerdasaan Numeris: Kemampuan untuk berhitung dengan cepat dan tepat.
b.   Pemahaman Verbal: Kemampuan memahami apa yang dibaca atau didengar serta hubungan kata satu sama lain.
c.   Kecepatan Perseptual: Kemampuan mengenali kemiripan dan beda visual dengan cepat dan tepat
d.   Penalaran Induktif: Kemampuan mengenali suatu urutan logis dalam suatu masalah dan kemudian memecahkan masalah itu.
e.   Penalaran Deduktif: Kemampuan menggunakan logika dan menilai implikasi dari suatu argument.
f.   Visualisasi Uang: Kemampuan membayangkan bagaimana suatu obyek akan tampak seandainya posisinya dalam ruang diubah.
g.  Ingatan: Kemampuan menahan dan mengenang kembali masa lalu.
2.   Kemampuan fisik
yaitu kemampuan yg diperlukan utk melakukan tugas-tugas yg menuntut stamina, kecekatan, kekuatan. Individu yg bekerja bukan pd posisi manajemen (pelaksana) lebih banyak menggunakan kemampuan fisik.

Kesesuaian Pekerjaan – Kemampuan
·         kemampuan di bawah persyaratan, kinerja gagal
·         kemampuan di atas persyaratan, kinerja memadai, tapi dapat mengurangi kepuasan (frustasi)

KEPRIBADIAN
Yaitu berbagai cara yg digunakan individu untuk bereaksi dan berinteraksi dg lingkungannya. Faktor Penentu :
a.     Keturunan
·         Dibawa sejak lahir, Gen / kromosom
·         Ukuran fisik, daya tarik wajah, temperamen, reflek otot dll
b.     Lingkungan
·         Pengalaman
·         Keluarga
·         Kebudayaan
c.     Situasi
Mempengaruhi factor lingkungan dan keturunan.

Kelengkapan kepribadian yang mempengaruhi perilaku organisasi:
1.   Locus of control
yaitu tingkat kepercayaan seseorang akan nasibnya.
·   internal: percaya bahwa nasibnya ditentukan dirinya sendiri
·   eksternal: percaya nasibnya ditentukan kekuatan dari luar (spt kesempatan, keberuntungan)
2.   Achievement orientation
·         Orientasi pada capaian
·         Orang yg memiliki need of achieve tinggi, akan menunjukkan kinerja yg tinggi pula
3.   Authorianisme
yaitu aliran yg menyetujui tentang adanya perbedaan status dan kekuasaan di antara orang di dalam suatu organisasi. Orang yg otoritasnya tinggi cenderung kaku, enggan berubah, kurang bisa percaya pd orang lain.
4.   Machiavellianisme
yaitu derajad sejauh mana seseorang individu bersifat pragmatis, menjaga jarak emosional, dan meyakini bahwa tujuan dapat membenarkan cara. orang dengan Mach yang tinggi cenderung pragmatis, tdk emosional, dan cocok untuk suatu pekerjaan dengan kecakapan bargaining (negosiasi).
5.   Penghargaan diri
yaitu tingkat senang atau tidaknya seseorang thdp dirinya sendiri.
6.   Pemantauan diri
yaitu sifat individu untuk mengukur kemampuan diri dalam menyesuaikan perilakunya dengan faktor-faktor situasional eksternal. pemantauan diri yang tinggi akan lebih mudah mengadaptasi perilakunya terhadap situasi yg berbeda.
7.   Pengambilan resiko
orang yang memiliki tingkat pengambilan resiko tinggi akan lebih cepat dalam memberikan keputusan.

PERSEPSI
Yaitu proses dimana seseorang mengorganisasi dan menginterpretasi sensor/kesan yang ditangkapnya untuk mengartikan lingkungan. perilaku orang didasari oleh persepsi mereka terhadap sesuatu, bukan pada kenyataan yang terjadi. Faktor-faktor yang mempengaruhi:
1. Perceiver (orang yang merasakan)
yaitu interpretasi dari kesan yang ditangkap oleh indra, biasanya dipengaruhi oleh sikap, motif, minat, pengalaman, harapan, kebutuhan, dan norma.
2. Target (sasaran)
Biasanya dipengaruhi persepsi seseirang tentang hal baru, gerakan, bunyi, ukuran, latar belakang, kedekatan, penampakan, dan perilaku.
3.   Situation (situasi)
yaitu elemen seperti waktu, situasi kerja, keadaan, tempat, dan situasi social.

Jenis persepsi terhadap orang lain:
1.          Selectice Perception
yaitu individu secara selektif cenderung akan berpersepsi terhadap orang lain atas dasar kepentingan, minat, latar belakang, sikap dan pengalaman pribadinya.
2.       Halo effect
Dalam mengambil kesimpulan tentang orang lain (kesan umum) cenderung hanya memperhatikan satu karakteristiknya saja.
3.      Contrast effect
Individu dalam mengevaluasi karakteristik seseorang cenderung membandingkan dengan orang lain yang ditemui sebelumnya. Perbandingan yang masuk bisa dalam peringkat yang tinggi ataupun yang lebih rendah.
4.       Projection
Individu menempatkan karakteristik pribadinya pada diri orang lain yang hendak dinilainya. Mencirikan karakteristik pribadi kepada orang lain.
5.    Stereotyping
Individu cenderung menilai karakteristik seseorang berdasarkan karakteristik kelompok asalnya.

Penanganan Persepsi
  • §  Mempertinggi tingkat mawas diri
  • §  Mengupayakan kelengkapan informasi
  • §  Empati
  • §  Menghindari segala macam distorsi


PEMBELAJARAN
Pengertian:
§  Pengaitan pengetahuan baru pada struktur kognitif yang sudah dimiliki si belajar (Degeng, 1989)
§  Perubahan yang terjadi dari hubungan yang stabil antara stimulus yang diterima dan (Percival, 1988)
§  Setiap perubahan yang relatif permanen dari perilaku yang terjadi sebagai hasil pengalaman (Robbins, 1996)

Teori Social Learning
Perilaku merupakan fungsi konsekuensi, orang belajar dari pengalaman, melihat apa yang terjadi pada orang lain, dan dari sesuatu yang diberitahukan oleh orang lain.

Proses belajar dapat membentuk perilaku dengan metode;
1.     Possitive reinforcement (penguatan positif) respon diikuti dengan sesuatu yang menyenangkan.
2.     Negative reinforcement (penguatan negatif) respon diikuti dengan penghentian atau sesuatu yang tidak menyenangkan.
3.     Punishment (hukuman) respon diikuti dg kondisi yg tdk menyenangkan dlm usaha menghilangkannya.
4.     Extinction (pemadaman) terjadi pengurangan bahkan penghilangan usaha yg membentuk perilaku.





PERTEMUAN 3



Nilai, Sikap dan Kepuasan Kerja


Pengertian NILAI (VALUE)
  •       Sesuatu yang dianggap baik, indah, benar, ideal, luhur, berguna, yang dicita-citakan, abstrak tapi diakui ada & diharapkan kenyataannya
  •      Keyakinan mendasar yang menggambarkan pendirian individu bahwa sesuatu hal/ perilaku lebih baik/ benar daripada hal/perilaku yang lain.
               Sistem nilai adalah hirarkhi yang didasarkan pd suatu peringkat nilai-nilai individu menurut kepentingannya.


Sumber sistem nilai

  •     Genetik (bawaan)
  •     Budaya nasional
  •     Lingkungan (keluarga, sekolah, teman)
Tipe nilai menurut Allport
  •    Theoritical : nilai yang mengutamakan kebenaran melalui pendekatan rasional dan kritikal
  •    Economic : nilai yang menekankan kegunaan dan kepraktisan
  •    Aesthetic : nilai yang mengagungkan bentuk dan keharmonisan
  •    Social : nilai yang menekankan kecintaan thdp orang-orang
  •    Political : nilai yang menitik beratkan pada kekuasaan dan pengaruh
  •    Religious : nilai yang berkaitan dengan pengalaman dan pemahaman yang sama tentang alam semesta



SIKAP (ATTITUDE)
Pengertian
  •    Pernyataan/ pertimbangan evaluatif (baik yang diinginkan atau yang tidak) mengenai objek, orang, atau peristiwa
  •    Mencerminkan bagaimana seseorang merasakan sesuatu.


Komponen sikap
  •   Kognitif : segmen pendapat/ keyakinan dari suatu sikap
  •   Afektif : segmen emosional/ perasaan dari suatu sikap
  •   Psikomotorik (perilaku) : alasan untuk berperilaku dalam suatu cara tertentu terhadap seseorang/ sesuatu

Sumber sikap
  •   Lingkungan (keluarga, sekolah, teman)

Tipe sikap
I. Kepuasan kerja (job satisfaction)
            Berkenaan dengan sikap umum individu terhadap pekerjaannya. Jika kepuasan kerja tinggi maka sikap terhadap pekerjaannya positif, begitu pula sebaliknya.
     
     Faktor yang menentukan kepuasan kerja
     a. Mentally challenging work
             yaitu pekerjaan yang menantang secara mental.
         Ciri-cirinya:
               Pekerja cenderung mengerjakan pekerjaan yang memberi kesempatan untuk:
  •   menerapkan kemampuan
  •   tugas yang bervariasi
  •   kebebasan
  •   mendapatkan imbal balik dari apa yang dikerjakan
    b. Equitable rewards (imbalan yang sesuai)
            yaitu adanya keadilan dalam peraturan gaji & promosi. Mis: berdasarkan beban
        kerja, standar gaji umum, atau tingkat kemampuan individu
    c. Supportive working conditions
              yaitu adanya dukungan kondisi kerja. Misal: kondisi lingkungan kerja yang
        nyaman, fasilitas yang lengkap & tidak membahayakan akan mendukung kepuasan
        kerja seseorang.
   d. Supportive collagues
           yaitu adanya dukungan kolega/ teman akan membuat seseorang menjadi lebih
        mantap dalam bekerja
  •     Alasan orang butuh berinteraksi & sosialisasiyaitu adanya dukungan kolega/ teman akan membuat seseorang menjadi lebih mantap dalam bekerja
  •    Alasan orang butuh berinteraksi & sosialisasi
    e. Personality - job fit
              yaitu adanya kesesuaian antara kepribadian seseorang dengan pekerjaannya.
        Personality - job fit akan membuat seseorang lebih puas krn dalam bekerja
        sekaligus ia dpt menyalurkan bakat dan minatnya

Pengaruh kepuasan kerja
1. Produktivitas : hubungan tidak konsisten
   Produktivitas juga ditentukan oleh
      (1) mekanisme pasar
      (2) kemampuan mesin
2. Absen, ada korelasi negatif antara kepuasan kerja dengan tingkat absen
3. Turnover, ada korelasi negatif antara kepuasan kerja dengan turnover (korelasinya lebih kuat dari absen)

Ungkapan ketidakpuasan karyawan
  •    exit (keluar), yaitu ketidakpuasan dengan diungkapkan lewat perilaku yang diarahkan meninggalkan organisasi
  •    voice (bersuara), yaitu ketidak puasan yang diungkapkan lewat usaha aktif dan konstruktif utk memperbaiki kondisi
  •    loyalty (kesetiaan), yaitu tetap setia bertahan dalam organisasi tetapi bersikap pasif sambil menunggu kondisi membaik
  •    neglect (lalai), yaitu ketidak puasan yang dinyatakan dengan mem-biarkan kondisi memburuk

II. Keterlibatan kerja (job involvement)
  •    Tingkat pengenalan dan keterlibatan diri dengan pekerjaan, serta kesadaran seseorang bahwa performance penting bagi dirinya
  •    Tingkat keterlibatan kerja tinggi maka akan lebih memperhatikan pekerjaan dan tingkat absen & turnover rendah

III. Komitmen organisasi
  •     Tingkat pengenalan, keterlibatan dan kesetiaan kpd organisasi, serta harapan dpt mempertahan-kan status keanggotaannya
  •     tingkat komitmen tinggi : tingkat absen dan turn-over rendah.
  •     tingkat komitmen kpd organisasi lebih tepat dl mengukur turnover seseorang drpd tingkat kepuasan kerjanya
Pertemuan 5 
MOTIVASI
      Motivasi adalah Suatu konsep dasar dorongan yang membuat orang bertingkah laku tertentu.  
                     Proses Motivasi 

Teori Motivasi
1. Teori Content
    KEBUTUHAN MANUSIA DAN TEORI MOTIVASI

    Kebutuhan adalah:

  •     Kekurangan yg dirasakan seseorang pada waktu tertentu
  •     Suatu keadaan internal yg menyebabkan hasil tampak menarik
I. Teori hirarki kebutuhan (Abraham Maslow)
a. Physiological need (kebutuhan fisiologis)
    Mis: makan, minum, tempat tinggal
b. Safety need (kebutuhan keamanan & keselamatan)
    Mis: bebas dari ancaman
c. Social need (kebutuhan sosial)
    Mis: rasa memiliki, berafiliasi, berteman, rasa cinta
d. Esteem need (kebutuhan harga diri)
    Mis: penghargaan diri, otonomi, status, penghormatan, atensi
e. Self Actualization need (kebutuhan aktualisasi diri)
    Mis: meningkatkan penggunaan kemampuan
Kebutuhan Manusia
II. Teori X Y - Mc Gregor
    a. TEORI X
        Pengandaian karyawan tidak menyukai kerja, malas tidak menyukai tanggung jawab   dan harus dipaksa untuk berprestasi
   b. TEORI Y

        Pengandaian karyawan menyukai kerja, kreatif, berusaha bertanggung jawab, dan dapat menjalankan pengarahan diri

III. Teori Kebutuhan ERG dari Alfeder
        Merupakan pengolahan lebih lanjut dr teori hirarki kebutuhan Maslow
     3 kelompok kebutuhan menurut Alfeder:
           1. Eksistensi (existance: E)
               Mis: makanan, minuman, udara
           2. Keterkaitan (relatedness : R)
               Mis: hub sosial, hub antar pribadi
           3. Pertumbuhan (growth : G)
               Mis: keinginan untuk mengembangkan diri
IV. Teori Motivasi dari Frederick Herzberg
      Kondisi ekstrinsik (bersifat sbg hygiene factors), berfungsi mencegah timbulnya ketidakpuasan. Faktor ini meliputi kondisi di dlm organisasi, yaitu:
       •upah
       •jaminan pekerjaan
       •kondisi kerja
       •status
       •prosedur dan kebijaksanaan
       •hubungan dg atasan, bawahan & antar rekan kerja
      Kondisi intrinsik (bersifat sbg motivation factors), berfungsi menggerakkan tk motivasi yg kuat & dpt menghasilkan prestasi kerja yg baik pd karyawan, ttp bila tdk ada maka tdk akan timbul rasa ketidak-puasan yg berlebihan. Faktor-faktor motivator ini meliputi:
       •prestasi
       •pengakuan
       •tanggung jawab
       •kemajuan
       •tugas/pekerjaan
       •kemungkinan berkembang
V. Teori kebutuhan menurut Mc. Clelland
         Teori motivasi Mc. Clelland berkaitan erat dengan konsep belajar melalui kehidupan dlm suatu budaya. Kebutuhan yg dipelajari melalui kebudayaan adalah:
  • Kebutuhan berprestasi (need of achievement) dorongan utk mencapai bahkan melampaui standar yg telah dibuat
  • Kebutuhan berkuasa (need of power) keinginan utk membuat org lain melakukan cara yg dikehendaki
  • Kebutuhan berafiliasi (need of affiliation) keinginan utk menjalin hub akrab & bersahabat


Kebutuhan dan Instrumen Motivasi
a. Physiological - Gaji
       - Breakfast / Luch Program
       - Rumah Dinas
b. Safety - Benefits plans
       - Pensiun
       - Gaji
c. Social - Coffee Breaks - Team Work
       - Tim Olah Raga - Gaji
       - Piknik Bersama
d. Esteem - Otonomi
       - Tanggungjawab
       - Gaji (as symbol of status)
e. Achievement - Tantangan dlm pekerjaan
       - Gaji
f. Power - Leadership Positions
       - Otoritas
g. Self Actualization – Challenge & Otonomi

2, Teori Proses
I. TEORI EXPECTANCY
"Besar kecilnya usaha kerja yang akan diperlihatkan oleh seseorang, tergantung pada bagaimana orang tersebut memandang kemungkinan keberhasilan dari tingkah lakunya itu dalam mencapai tujuan yang diinginkan"
 II. TEORI KEADILAN
"Individu-individu membandingkan masukan dan keluaran pekerjaan mereka dengan masukan keluaran orang lain, dan kemudian berespons untuk menghapuskan setiap ketidak-adilan."
        BENTUK REWARDS & INPUT
            a. REWARDS : - Gaji
                - Status / Jabatan
                - Penilaian / Penghargaan
            b. INPUT : - Pendidikan
                - Pengalaman
                - Umur
                - Jenis kelamin
                - Usaha / Produktivitas
III. Teori Penguatan

  • Teori ini didasarkan atas “hukum pengaruh”
  • Perilaku merupakan fungsi dari konsekuensinya
  • Tingkah laku dengan konsekuensi positif cenderung untuk diulang, sementara tingkah laku dengan konsekuensi negatif cenderung untuk tidak diulang.
GOAL SETTING
  • Kuat lemahnya tingkah laku manusia ditentukan oleh sifat tujuan yang hendak dicapai.
  • Kecenderungan manusia untuk berjuang lebih eras mencapai suatu tujuan, apabila tujuan itu jelas, dipahami dan bermanfaat.
  • Makin kabur atau makin sulit dipahami suatu tujuan, akan makin besar keenganan untuk bertingkah laku.
  • Tujuan yang khusus akan menghantar kepada kinerja yang lebih tinggi.

MODIFIKASI PERILAKU

            Suatu program di mana para manajer mengidentifikasikan perilaku karyawan yang dikaitkan dengan kinerja dan kemudian melaksanakan suatu strategi intervensi untuk memperkuat perilaku kinerja yang diinginkan dan memperlemah perilaku yang tidak diinginkan.


MANAGEMENT BY OBJECTIVE (MBO)
           Suatu program yang mencakup tujuan-tujuan yang khas, yang ditentukan secara partisipatif, untuk suatu kurun waktu yang eksplisit, dengan umpan balik mengenai kemajuan-kemajuan tujuan.
      SMART - MBO
  • SPECIFIC – Fokus, khusus
  • MEASURABLE -- Terukur
  • ATTAINABLE -- Pencapaian
  • REASONABLE -- Wajar
  • TIME ORIENTED – Orientasi pada waktu
SASARAN BERTINGKAT MBO


Pertemuan 6 

DASAR-DASAR PERILAKU KELOMPOK

Pengertian Kelompok

           Dua individu atau lebih, yang berinteraksi dan saling bergabung untuk mencapai suatu sasaran atau tujuan tertentu.

Klasifikasi Kelompok :

1. Kelompok informal
     Tidak ditandai dengan adanya struktur atau ketentuan-ketentuan formal organisasi.       Misalnya:
  • interest group, kelompok yang terdiri dari orang-orang yang memiliki kesamaan minat
  • friendship group, kelompok yang terdiri dari orang-orang yang memiliki kesamaan sifat-sifat umum
2. Kelompok formal
       Ditandai dengan adanya struktur formal organisasi
    Misalnya:
  • task group, kelompok yang terdiri dari orang-orang yang bekerja sama dalam menyelesaikan suatu pekerjaan
  • command group, kelompok yang terdiri dari orang-orang yang berada dalam suatu struktur organisasi, dimana terdapat atasan dan bawahan

Alasan Mengapa Berkelompok:

       Security (keamanan)

       Status
       Self esteem (harga diri)
       Affiliation (afiliasi)
       Power (kekuasaan)
       Goal achievement (mencapai tujuan)

TAHAPAN PERKEMBANGAN KELOMPOK, dikenal sebagai five stage model
Five Stage Model
1. Forming
     Ciri-ciri pd tahap ini adalah
  • Adanya sejumlah ketidakpastian ttg tujuan, 
    struktur & kepemimpinan kelompok 
  • Anggota-anggotanya belum dapat 
    menentukan tipe perilaku yg dpt diterima. 
  • Tahap ini berakhir saat anggota
    kelompok mulai berpikir bahwa mereka
    merupakan bagian dari kelompok. 

2. Storming
      Ciri-ciri pd tahap ini adalah

  • Anggota telah menerima keberadaan 
    kelompok namun terjadi konflik ttg siapa yg 
    akan mengendalikan kelompok tsb 
  • Tahap ini akan berakhir ketika telah terdpt 
    hirarki kepemimpinan kelompok yg relatif 
    jelas

3. Norming
     Ciri-ciri pd tahap ini adalah

  • Telah terjadi hub yg erat dan terpadu dalam kelompok
  • Identitas kelompok menjadi jelas
  • Tahap ini akan berakhir bila struktur kelpmpok menjadi solid dan telah mampu memadukan harapan yang menggambarkan perilaku anggotanya


4. Performing
     
Ciri-ciri pd tahap ini adalah
  • Struktur kelompok telah berfungsi penuh & 
    mampu mewujudkan tugas-tugasnya


5. Adjourning
 Ciri-ciri pd tahap ini adalah
  • kelompok telah mempersiapkan diri utk pembubaran, dimana perhatian lebih diarahkan pd pembebasan aktivitas
Pd tahap ini anggota memberikan respon
  • senang (krn telah berprestasi selama keg)
  • depresi (krn harus kehilangan persahabatan yg selama ini terjalin)


Kondisi Kelompok
Kesuksesan suatu kelompok ditentukan oleh :
1. Faktor internal
  • kemampuan anggota
  • ukuran kelompok
  • tingkat konflik dan
  • tekanan informal kpd para anggota utk menyesuaikan dg norma kelompok
2. Faktor eksternal
  • organization strategy (strategi organisasi)
  • authority structures (struktur wewenang)
  • formal regulations ( aturan formal)
  • organizational resources (sumber daya organisasi)
  • personnel selection process (proses seleksi personal)
  • performance evaluation and reward system (peni-laian prestasi dan sistem imbalan)
  • organizational culture (budaya organisasi)
  • physical work setting (kondisi kerja fisik)
SUMBER DAYA ANGGOTA KELOMPOK
Performance kelompok tergantung dari sumber daya yang dibawa oleh individu anggota kelompok, antara lain:
  • Abilities (kemampuan)
Dg menilai relevansi antara tugas & kemampuan intelektual dari setiap anggota, dpt diprediksi performance dari kelompok
  • Personality characteristics (karakteristik personal)
Karakteristik yg dibawa oleh setiap anggota akan menentukan perilaku kelompok tsb
STRUKTUR KELOMPOK
1. Formal leadership




  • Seorang “leader” memainkan peran yg penting bagi kesuksesan kelompok
  • kepemimpinan yg bersifat partisipatif cenderung lebih memberikan kepuasan bagi karyawan




2. Roles


         yaitu sekumpulan peran dalam organisasi, dimana anggota harus berperilaku sesuai peran/posisinya dalam suatu kelompok
    Peran-peran tsb berkaitan dg 4 hal, yaitu :


  1. role identity  dimana sikap & perilaku individu harus konsisten dg perannya dalam kelompok
  2. role perception  berkaitan dg cara pandang seseorang ttg perilaku yg diharapkan dilakukan apda situasi tertentu
  3. role expectation  yaitu perilaku yg diharapkan oleh org lain agar seseorang melakukannya dalam situasi tertentu
  4. role conflict  berkaitan dg situasi dimana seorang individu dihadapkan pd dua atau lebih role expectation yg saling bertentangan




3. Norms 


       yaitu suatu standar perilaku yg telah diterima dan dilakukan oleh anggota-anggota dalam sebuah kelompok
    Norma dalam suatu organisasi:


  • memberitahukan ttg apa saja yg boleh atau tdk boleh dilakukan dalam situasi tertentu
  • bersifat informal
PROSES KELOMPOK
  • Proses membentuk suatu kelompok diharapkan meng-hasilkan suatu sinergi, dimana hasil gabungan dari tiap bagian kelompok yg lebih kecil akan menjadi lebih berperan.
  • Terdapat dugaan bahwa keeratan antar anggota dpt memotivasi seseorang tetap tinggal dalam kelompok (cohesive-ness), turut mendukung tingginya tingkat produktivitas kelompok tsb.








Hal-hal yg menentukan tingkat cohesiveness:
- lama waktu yg digunakan bersama
- hambatan masuk ke dalam kelompok
- ukuran kelompok
- jenis kelamin anggota kelompok
- ancaman dari luar
- sukses yg dicapai pd masa lalu




TUGAS DALAM KELOMPOK
Tugas yg harus diselesaikan oleh suatu kelompok digolongkan menjadi 2 bagian, yaitu:


  • Tugas yang komplek
          yaitu tugas yg memiliki tingkat ketergantungan yg tinggi, memerlukan masukan selengkap mungkin & bersifat nonrutin  lebih cocok diserahkan kpd kelompok yg anggotanya relatif banyak agar dpt diperoleh wawasan & masukan yg lebih luas pula




  • Tugas yang mudah/sederhana


          yaitu tugas yg bersifat rutin, sudah jelas prosedur & standarnya  lebih cocok diserahkan kpd kelompok yg anggotanya relatif lebih sedikit agar semakin kecil pula kemungkinan terjadi konflik
STATUS
Pengertian:
 Peringkat sosial seseorang dalam suatu kelompok
 Tanda dari kadar pengakuan, penghargaan & penerimaan yg diberikan kpd seseorang




Orang yg berstatus lebih tinggi dalam suatu kelompok umumnya:


  • memiliki kekuasaan & pengaruh yg lebih besar
  • memperoleh hak istimewa yg lebih besar dari kelompok
  • cenderung lebih banyak ikut serta dalam aktivitas kelompok


Status yg tinggi memberikan kesempatan:


  • memainkan peran yg lebih penting dalam organisasi
  • akibatnya para anggota yg berstatus rendah cenderung merasa terpencil & menunjukkan gejala stres yg lebih tinggi
Status bagi studi perilaku organisasi penting, karena:
seseorang dpt terdorong & termotivasi utk mencapai suatu status tertentu, meskipun keberadaannya tdk terlepas dari timbulnya masalah & konflik


Hal-hal yg berkaitan dg status:


  • status seringkali menjadi sumber masalah & konflik antar karyawan
  • status mempengaruhi jenis tugas yg akan diterima karyawan
  • status dpt membantu menentukan siapa yg akan jadi pemimpin informal dalam suatu 
  • status berfungsi memotivasi mereka yg ingin maju dalam organisasi














1 Komentar:

  1. Ass...saya tidak menyanka kalau saya sudah bisa sesukses ini dan ini semua berkat bantuan MBAH RAWA GUMPALA,saya yang dulunya bukan siapa-siapa bahkan saya juga selalu dihina orang dan alhamdulillah kini sekaran saya sudah punya segalanya,itu semua atas bantuan beliau.Saya sangat berterimakasih banyak kepada MBAH RAWA GUMPALA atas bantuan nomor dan dana ghaibnya,alhamdulillah kini saya sudah bisa membuka usaha kembali yang dulunya pakum karna masalah faktor ekonomi dan kini kami sekeluarga sudah sangat serba berkecukupan dan tidak pernah lagi hutang sana sini,,bagi anda yang punya masalah keuangan jangan sungkan-sungkan untuk menhubungi MBAH RAWA GUMPALA karna insya allah beliau akan membantu semua masalah anda dan baru kali ini juga saya mendaptkan para normal yang sangat hebat dan benar-benar terbukti nyata,ini bukan hanya sekedar cerita tapi inilah kisah nyata yang benar-benar nyata dari saya




    (((( BUKA BLO DANA GHAIB DAN NOMOR GHAIB MBAH RAWA GUMPALA ))))







    Ass...saya tidak menyanka kalau saya sudah bisa sesukses ini dan ini semua berkat bantuan MBAH RAWA GUMPALA,saya yang dulunya bukan siapa-siapa bahkan saya juga selalu dihina orang dan alhamdulillah kini sekaran saya sudah punya segalanya,itu semua atas bantuan beliau.Saya sangat berterimakasih banyak kepada MBAH RAWA GUMPALA atas bantuan nomor dan dana ghaibnya,alhamdulillah kini saya sudah bisa membuka usaha kembali yang dulunya pakum karna masalah faktor ekonomi dan kini kami sekeluarga sudah sangat serba berkecukupan dan tidak pernah lagi hutang sana sini,,bagi anda yang punya masalah keuangan jangan sungkan-sungkan untuk menhubungi MBAH RAWA GUMPALA karna insya allah beliau akan membantu semua masalah anda dan baru kali ini juga saya mendaptkan para normal yang sangat hebat dan benar-benar terbukti nyata,ini bukan hanya sekedar cerita tapi inilah kisah nyata yang benar-benar nyata dari saya.

    BalasHapus