Senin, 12 September 2011

Etika Profesi ( EP )


UU yang akan sering dibahas dalam Etika Profesi
  • ·         Hak cipta         : UU No.19 th.2002
  • ·         Paten                : UU No.14 th.2001
  • ·         Merk                : UU No.15 th.2001
  • ·         Tenaga Kerja    : UU No.13 th.2003

Konsep dasar Nilai
            adalah sesuatu yang dipentingkan manusia sebagai sub yang menyanngkut baik dan buruk suatu pandangan yang terseleksi secara ketat.
            Kualitas Nilai
  • ·         Nilai punya konsepsi dari pengalaman seseorang, lebih sensasi dan emosional
  • ·         Nilai bukan lah tujuan kongkrit, tapi tolak ukur tujuan
  • ·         Nilai berhubungan dengan pilihan sebagai syarat dalam mengambil keputusan

Etika
      ‘ethos/ethicos’ dari Yunani. Namun menurut Aristoteles, etika sebagai filsafat moral yang dapat berarti;
  • ·         Ilmu yang mempelajari tentang apa yang biasa dilakukan
  • ·         Ilmu perilaku manusia dari segi moral
  • ·         Ilmu tentang masalah perbuatan/tingkah laku yang dapat dinilai baik dan buruknya.

Menurut Kamus Besar B.Indonesia, Etika adalah;
  • ·         Ilmu tentang yang baik/buruk, hak & kewajiban, yang objek kajiannya adalah nilai-nilai moral yang diterima di suatu masyarakat.
  • ·         Nilai benar dan salah yang dianut suatu golongan/masyarakat. (system nilai)
  • ·         Kumpulan asas/nilai yang berhubungan dengan akhlak, contohnya biasa digunakan untuk Kode Etik,,,,,

Menurut Mein Uno, etika adalah falsafah moral dan pedoman cara hidup yang benar dipandang dari sudut budaya, social, dan agama.

Menurut B. Salam, etika adalah refleksi dan rasiona tentang nilai dan moral untuk menentukan sikap manusia.
Pengertian etika dalam kode etik dapat diartikan dengan sesuatu yang mengatur tingkah laku.

Dari beberapa pemahaman tentang etika, dapat disimpulkan bahwa etika merupakan alat pengawas bagi hati nurani dan pikiran untuk menentukan baik dan buruk.

Moral berasal dari kata mos/mores (kebiasaan/adat) yang artinya menunjukkan baik burukya perbuatan yang menjadi sifat.

Profesi adalah pekerjaan kegiatan pokok yang menghasilkan nafkah hidup dan mengandalkan keahlian untuk kepentingan masyarakat menggunakan keahlian yang dimiliki sebagai orientasinya.

Professional adlah orang-orang yang melakukan pekerjaan dengan mengandalkan keahlian.

Ciri-ciri profesi:
  • ·         Pengetahuan khusus
  • ·         Kaidah standar moral yang tinggi
  • ·         Mengabdi kepada masyarakat
  • ·         Ada ijin khusus untuk menjalankan profesi
  • ·         Kaum professional biasanya menjadi anggota dari suatu organisasi profesi

Prinsip-prinsip Etika Profesi
  • ·         Tanggung jawab terhadap hasil dan orang lain atas profesinya
  • ·         Keadilan
  • ·         Otonomi

Peran etika profesi
  • ·         Nilai agresifitas, mengejar sesuatu, mau menerima dan individual
  • ·         Masyarakat professional menjadi pusat perhatian kerena ada tata nilai yang diatur secara tertulis dan diharapkan menjadi pegangan anggotanya.
  • ·         Sorotan masyarakat menjadi semakin tajam jika ada anggota para profesi tidak sesuai kode etik yang disepakati.
  • ·         Kemerosotan etik dapat mencemarkan profesi tersebut dari masyarakat.

Tingkah laku/kelakuan yang menjadi sifat dapat terkena pengaruh jika;
  • ·         Habitat/kebiasaan
  • ·         Pendidikan
  • ·         Agama
  • ·         Kesadaran jiwa

Norma adalah;
  • ·         Anggapan bagaimana sesorang harus berbuat
  • ·         Dasar bagi norma daerah beda, tapi nilai kehidupan tetap sama
  • ·         Untuk melindungi kepentingan bersama

Kaidah adalah;
  • ·         Pedoman berperilaku
  • ·         Rumusan sikap
  • ·         Berbeda di daerah lain, karena kaidah merupakan nilai yang hidup dan berkembang, ditaati dan dilaksanakan oleh anggotanya
  • ·         Kaidah bisa menjadi pedoman untuk menentukan perilaku sesorang
PERTEMUAN 2
SDM Bidang TIK

  • ICT Workers atau ICT Professionals adalah orang-orang yang memiliki kemampuan mengembangkan produkproduk TIK seperti perangkat keras, perangkat lunak, dan jasa-jasa, baik yang berada dalam lingkungan industri TIK itu sendiri maupun yang tersebar di berbagai perusahaan atau organisasi yang menerapkan TIK.
  • ICT-Enabled Workers atau ICT Users adalah orang-orang yang secara aktif berperan sebagai user atau pengguna yang mampu memanfaatkan perangkat TIK untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Syarat-syarat jabatan Pranata Komputer
  • Bekerja pada satuan organisasi instansi pemerintah dan bertugas pokok membuat, memelihara dan mengembangkan dan mengembangkan sistem dan atau program pengelolahan dengan computer.
  • Berijazah serendah-rendahnya Sarjana Muda / D3 atau yang sederajat.
  • Memiliki pendidikan dan atau latihan dalam bidang komputer dan pengalaman melakukan kegiatan di bidang komputer.
  • Memiliki pengetahuan dan atau pengalaman dalam bidang tertentu yang berhubungan dengan bidang komputer.
  • Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan sekurangkurangnya bernilai baik


Bidang Perangkat Lunak

Beberapa profesi bidang ini:
  • Sistem analis: menganalisa sistem yang akan diimplementasikan
  • Programer: mengimplementasikan rancangan sistem analis
  • Web Designer: melakukan kegiatan perencanaan terhadap proyek aplikasi berbasis web
  • Web programmer: mengimplementasikan rancangan web designer

Profesi TI Secara Umum:
  • System Analyst
  • Analyst Programmer
    • Merancang, membuat ‗code‘ (program) dan menguji program untuk mendukung perencanaan pengembangan aplikasi sistem
  • ERP (enterprise resource planning) Consultant
    • Memberikan nasehat teknis ataupun fungsional pada implementasi solusi ERP.
    • Harus mempunyai beberapa pengetahuan tertentu dalam rangka memetakan proses.
  • Systems Programmer/ Software Engineer
    • Terbiasa dengan pengembangan software life cycles‘ .
    • Memiliki ketrampilan dalam men-desain aplikasi
    • menyiapkan program menurut spesifikasi
    • dokumentasi /‘coding
    • pengujian.
  • Web Designer
  • Systems Engineer
    • Menyediakan rancangan sistem & konsultasi terhadap pelanggan.
    • Memberikan respon terhadap permintaan technical queries serta dukungannya.
    • Termasuk melakukan pelatihan teknis ke pelanggan & IT administrator.
  • Tester
  • Database Administrator
    • Bertanggung jawab Untuk administrasi & pemeliharaan teknis yang menyangkut perusahaan dalam pembagian sistem database.
  • Manager
  • IT Manager
    • Mengatur kelancaran dari sistem IT.
    • Troubleshooting & membantu organisasi dalam menangani permasalahan IT.
    • Sesuai dengan pengembangan IT yang baru dalam bidang yang diperlukan.
  • Project Manager
    • Perencanaan, memberi arahan & melaksanakan aktivitas manajemen proyek untuk suatu divisi/ area.
    • emonitor progress terhadap jadwal & anggaran proyek.
    • Bisa juga mengalokasikan atau membantu mengalokasi sumber daya sesuai dengan hasil proyek yang harus diselesaikan
  • Account Manager
    • Bertanggung jawab untuk kemajuan penjualan suatu solusi dan/atau produk serta target pendapatan.
Kode Etik Profesional IT
            Dalam lingkup TI, kode etik profesinya memuat kajian ilmiah mengenai prinsip atau norma-norma dalam kaitan dengan hubungan antara professional atau developer TI dengan klien, antara para professional sendiri, antara organisasi profesi serta organisasi profesi dengan pemerintah. Salah satu bentuk hubungan seorang profesional dengan klien (pengguna jasa) misalnya pembuatan sebuah program aplikasi.

PERTEMUAN 3


Professional Ethics
Hak kekayaan intelektual
Hak cipta dan hak kekayaan industri M-3

•Hak: kepemilikan, kepunyaan, kewenangan, kekuasaan untuk berbuat sesuatu menurut
  hukum
•Kekayaan: sesuatu yang dapat dimiliki, dialihkan, dibeli, maupun dijual
•Kekayaan Intelektual: Kekayaan atas segala hasil produksi kecerdasan daya pikir seperti
  teknologi, pengetahuan, seni, sastra, lagu, karya tulis, karikatur, dsb

HaKI
      adalah hak dan kewenangan untuk berbuat sesuatu atas kekayaan intelektual, yang diatur oleh norma-norma atau hukum-hukum yang berlaku. Norma/Hukum tersebut diberikan oleh Negara kepada seseorang dan atau sekelompok orang ataupun badan yang ide dan gagasannya telah dituangkan ke dalam bentuk suatu karya cipta (berwujud). Karya Cipta tersebut merupakan suatu hak individu dan atau kelompok yang perlu dilindungi secara hukum, apabila suatu temuan (inovasi) tersebut didaftarkan sesuai dengan persyaratan yang ada. HaKI melindungi pemakaian ide, gagasan dan informasi yang mempunyai nilai komersial atau nilai ekonomi.

Sifat-sifat HaKI
a.Mempunyai jangka waktu tertentu atau terbatas
b.Bersifat eksklusif dan mutlak

Kenapa Pemerintah Perlu Mengatur HAKI ?
        HAKI merupakan salah satu instrument yang digunakan pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Asumsinya, dengan perlindungan karya cipta, maka kreatifitas dan inovasi akan bermunculan. Dengan sendirinya, kualitas sumber daya manusia akan lebih tinggi.

Karya Cipta Berwujud dalam Kelompok HaKI
  • Hak Cipta (Copyright):  UU No. 19 tahun 2002
  • Paten (Patent) untuk melindungi ide: UU No 14 Th. 2001.
  • Merk (Trademark) : UU No 15 tahun 2001. Contoh: Kacang Atom merk Garuda, merk Coca Cola
  • Rahasia Dagang (Trade Secrets) : UU No 30 Tahun 2000. Contoh: Rahasia dari formula Coca Cola
  • Desain Industri: UU No 31 Tahun 2000
  • Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu: UU No 32 Tahun 2000
  • Perlindungan Varietas Tanaman (Plant Variety) UU No. 29 tahun 2000

Hak Cipta

         adalah hak khusus bagi pencipta maupun penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya maupun memberi izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.

Ciptaan yang dapat dilindungi
  • Buku, program komputer, pamflet, perwajahan (lay out) karya tulis yang diterbitkan dan semua hasil karya tulis lain.
  • Ceramah, kuliah, pidato dan ciptaan lain yang diwujudkan dengan cara diucapkan.
  • Alat peraga yang dibuat untuk kepentingan pendidikan dan ilmu pengetahuan.
  • Ciptaan lagu atau musik dengan atau tanpa teks.
  • Drama, drama musikal, tari, koreografi,
  • pewayangan, pantomim.
  • Seni rupa dengan segala bentuk seperti seni lukis, gambar, seni ukir, seni kaligrafi, seni pahat, seni patung, kolase dan seni terapan.
  • Terjemahan, tafsir, saduran, bunga rampai, database dan karya lain dari hasil pengalihwujudan
  • Arsitektur
  • Peta
  • Seni Batik
  • Fotografi, Sinematografi
Apakah yang tidak dapat didaftarkan sebagai Ciptaan ?
  •Ciptaan di luar bidang ilmu pengetahuan, seni dan sastra.
  •Ciptaan yang tidak orisinil.
  •Ciptaan yang tidak diwujudkan dalam suatu bentuk yang nyata.
  •Ciptaan yang sudah merupakan milik umum.

Contoh yang tidak memiliki hak cipta
  1.Hasil rapat-rapat terbuka lembaga negara
  2.Peraturan-perundang undangan
  3.Pidato kenegaraan atau pidato pejabat pemerintah
  4.Putusan pengadilan
  5.Keputusan badan arbitase atau keputusan badan sejenis

Jangka waktu perlindungan atas ciptaan
  • Perlindungan atas suatu ciptaan berlaku selama pencipta hidup dan ditambah 50 tahun setelah pencipta meninggal dunia.
  • Jika pencipta lebih dari 1 orang, maka hak tersebut diberikan selama hidup ditambah 50 tahun pencipta yang terakhir meninggal dunia.
  • Hak Cipta atas ciptaan program komputer, sinematografi, fotografi, database dan karya hasil pengalihwujudan berlaku selama 50 tahun sejak pertama kali diumumkan kepada publik.
YANG Berlaku TANPA BATAS WAKTU:
  • Folklor dan hasil kebudayaan rakyat yang menjadi milik bersama spt: hikayat, dongeng, legenda, babat, lagu, kerajinan tangan, koreografi, dan karya seni lainnya.
Pengalihan Hak Cipta
Hak cipta dapat dialihkan baik seluruh maupun sebagian, karena:
  • Pewarisan
  • Hibah
  • Wasiat
  • Perjanjian tertulis
  • Sebab lain yang dibenarkan UU
CARA MENGAJUKAN HAK CIPTA
  • Diajukan oleh pencipta/pemegang hak cipta/ kuasanya harus terdaftar
  • Diajukan ke direktorat hak cipta rangkap dua yang ditulis dalam Bahasa Indonesia
  • Jika pencipta lebih dari 2 orang harus disertai akta resmi yang menjelaskan tentang hal ini.
Etika dalam SI
       Etika dalam dunia sistem informasi dibahas pertama kali oleh Richard Mason (1986)
  • Privasi: Menyangkut hak individu untuk mempertahankan informasi pribadi dari pengaksesan oleh orang lain yang memang tidak diberi izin untuk melakukannya
  • Akurasi: Terhadap informasi merupakan faktor yang harus dipenuhi oleh sebuah sistem informasi (Kebenaran data). Ketidakakurasian informasi dapat menimbulkan hal yang mengganggu, merugikan, dan bahkan membahayakan.
  • Properti: Perlindungan terhadap hak PROPERTI (hak terhadap hasil/ kepemilikan sebuah produk) yang sedang digalakkan saat ini yaitu yang dikenal dengan sebutan HAKI (hak atas kekayaan intelektual). HAKI biasa diatur melalui hak cipta (copyright), paten, dan rahasia perdagangan (trade secret).
  • Akses: Fokus dari masalah AKSES adalah pada penyediaan akses untuk semua kalangan. Teknologi informasi diharapkan malah tidak menjadi halangan dalam melakukan pengaksesan terhadap informasi bagi kelompok orang tertentu, tetapi justru untuk mendukung pengaksesan untuk semua pihak

PERTEMUAN 4
Hak kekayaan industri (Paten)
UU NO. 14 Tahun 2001

Paten adalah hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada Inventor atas hasil Investasinya di bidang teknologi, yang untuk selama waktu tertentu melaksanakan sendiri Investasinya tersebut atau memberikan persetujuannya kepada pihak lain untuk melaksanakannya. (Pasal 1 ayat 1 UU NO : 14 / 2001 tentang PATEN)

Inventor adalah seorang yang secara sendiri atau beberapa orang yang secara bersama-sama melaksanakan ide yang dituangkan ke dalam kegiatan yang menghasilkan invensi (temuan).

Invensi adalah ide Investor yang dituangkan ke dalam suatu kegiatan pemecahan masalah yang spesifik di bidang teknologi dapat berupa produk atau proses, atau penyempurnaan dan pengembangan produk atau proses.


Lisensi adalah ijin yang diberikan olehpemegang hak paten kepada pihak lain berdasarkan perjanjian pemberian hak untuk menikmati manfaat ekonomi dari suatu paten


Pemegang Paten adalah Investor sebagai pemilik Paten atau pihak yang menerima hak tersebut dari pemilik. Paten atau pihak lain yang menerima lebih lanjut hak tersebut, yang terdaftar dalam Daftar Umum Paten.

Keuntungan Sistem Paten:
• Membantu menggalakkan perkembanganteknologi pada suatu negara, dihargai dan tidak
   dijiplak.
• Membantu menciptakan suasana yang kondusif bagi tumbuhnya industri lokal
• Membantu perkembangan teknologi dan ekonomi dengan fasilitas lisensi
• Adanya alih teknologi

INVENSI YANG DAPAT DIBERIKAN PATEN
1. Invensi yang baru dan mengandung langkah inventif serta dapat diterapkan dalam
    industri
2. Dianggap baru  saat diajukan tidak sama dengan teknologi sebelumnya
3. Teknologi sebelumnya telah diumumkan di Indonesia/luar negeri dalam tulisan, uraian lesan/peragaan/cara lain yang memungkinkan seorang ahli melaksanakan invensi.


Invensi yang Tidak Dapat Dipatenkan?
1. Metode pemeriksaan, perawatan, pengobatan dan/atau pembedahan yang diterapkan
    terhadap manusia dan/atau hewan.
2. Teori dan metode di bidang ilmu pengetahuan dan matematika.
3. Semua mahluk hidup, kecuali jasad renik. Proses biologis yang esensial untuk
    memproduksi tanaman atau hewan, kecuali proses mikrobiologis

JANGKA WAKTU PATEN
1. Paten diberikan untuk jangka waktu 20 tahun terhitung sejak tanggal penerimaan dan
    jangka waktu TIDAK DAPAT diperpanjang.
2. Paten sederhana diberikan untuk jangka waktu 10 tahun terhitung sejak tanggal
    penerimaan dan jangka waktu TIDAK DAPAT diperpanjang.


HAK & KEWAJIBAN PEMEGANG PATEN
1. Memiliki hak eksklusif untuk melaksanakan paten yang dimilikinya.
2. Dalam hal paten produk: membuat, menggunakan, menjual, mengimpor, menyewakan
    dll.
3. Dalam hal paten proses: menggunakan proses produksi yg diberi paten utk membuat
    barang dan tindakan lain.
4. Tanpa mengurangi ketentuan No. 1 maka pemegang paten WAJIB membuat
    produk/menggunakan proses di Indonesia, kecuali untuk regional
5. Untuk pengelolaan kelangsungan berlakunya paten dan pencatatan lisensi, pemegang
   paten atau penerima lisensi wajib membayar biaya tahunan.
6. Pengecualian bagi pemegang paten WAJIB membuat produk/menggunakan proses di
   Indonesia, jika pembuatan produk atau proses hanya layak untuk regional

            Klaim merupakan bagian terpenting dari suatu invensi (penemuan) yang dimintakan perlindungan, dan di dalam klaim diungkapkan semua kelebihan teknik dari invensi tersebut.

PERTEMUAN 5

Hak Kekayaan Industri (Merek)

Merek adalah tanda yang berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang dan jasa.

Merek Dagang adalah Merek yang digunakan pada barang yang diperdagangkan oleh seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk membedakan dengan barang-barang sejenis lainnya.

Merek Jasa adalah Merek yang digunakan pada jasa yang diperdagangkan oleh seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk membedakan dengan jasa-jasa sejenis lainnya.

Fungsi Merek
• Menunjukan barang/jasa yang dihasilkan
• Sebagai jaminan atas mutu barangnya
• Tanda pengenal untuk membedakan hasil produksi yang dihasilkan seseorang atau badan
   hukum dari produk orang lain atau badan hukum lainnya

Merek Yang Tidak Dapat di daftar
a. bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, moralitas agama,
    kesusilaan, atau ketertiban umum ;
b. tidak memiliki daya pembeda;
c. telah menjadi milik umum; atau
d. merupakan keterangan atau berkaitan dengan barang atau jasa yang dimohonkan
    pendaftarannya.

Jangka Waktu Perlindungan Merek Terdaftar
• Merek terdaftar mendapat perlindungan hukum untuk jangka waktu 10 (sepuluh) tahun
  sejak Tanggal Penerimaan dan jangka waktu perlindungan itu dapat diperpanjang








Perpanjangan Jangka Waktu Perlindungan Merek Terdaftar
• Permohonan perpanjangan diajukan secara tertulis oleh pemilik Merek atau Kuasanya
• jangka waktu pengajuan perpanjangan 12 (dua belas) bulan sebelum berakhirnya jangka
  waktu perlindungan
• Permohonan perpanjangan diajukan kepada Direktorat Jenderal.


Hak atas Merek terdaftar dapat dialihkan karena :

a. pewarisan;
b. wasiat;
c. hibah;
d. perjanjian; atau
e. sebab-sebab lain yang dibenarkan oleh peraturan perundang-undangan.


        Pemilik merek terdaftar dapat mengajukan gugatan terhadap pihak lain yang dengan tanpa hak menggunakan merek yang mempunyai persamaan pada pokoknya dan pada keseluruhannya untuk barang atau jasa yang sejenis, yaitu :

a. Gugatan ganti rugi
b. Penghentian semua perbuatan yang berkaitan dengan penggunaan merek tersebut
c. Hukuman yang bisa bersifat alternatif atau akumulatif



Faktor Ekonomi Merek
Merek berguna bagi:

  • Konsumen: memudahkan konsumen dalam mencari barang (sesuai dengan selera, mutu/kualitas, harga yang diinginkan)
  • Produsen: barang lebih mudah untuk dikenali, apabila kualitas barang baik maka harga dapat lebih mahal sehingga produsen diuntungkan, mendapatkan fee dari licensee
  • Negara/bangsa: perdagangan berkembang, investasi, untuk barang berkualitas baik dapat menaikkan prestige, ekspor meningkat






0 Komentar:

Posting Komentar